Ratusan Siswa SMAN 3 Semarang Tak Lolos SNMPTN, Orangtua Ajukan Protes

379fbcb1-cf09-4fb4-9444-f48af8ecf839_169Semarang – Musibah menimpa ratusan siswa SMA Negeri 3 Semarang yang baru saja lulus tahun ini. Sebanyak 380 siswa serentak tidak lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016 di Universitas manapun. Para orang tua pun menyesalkan hal itu dan menduga berkaitan dengan sistem kredit semester (SKS) yang diberlakukan di sana. SMAN 3 Semarang ini adalah sekolah favorit. Setiap tahunnya banyak lulusan sekolah ini masuk ke universitas negeri.

Kejanggalan dalam musibah tidak lulusnya siswa SMAN 3 Semarang itu karena semuanya berasal dari kelas IPA reguler yang menerapkan SKS, sedangkan kelas lain yang tidak menjalankan sistem tersebut baik-baik saja. Para orang tua pun sudah menyampaikan protes kepada pihak sekolah ketika acara wisuda yang digelar hari Selasa (10/5) kemarin.

Salah satu orang tua siswa, Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd mengatakan pihak orang tua siswa yang bersangkutan sudah berunding dan mendesak pihak sekolahan untuk mencari tahu akar penyebabnya sehingga para murid yang menjalankan sistem SKS justru mendapatkan masalah.

“Ini saya katakan musibah. Dari pertemuan orang tua dan kepala sekolah, kami minta kepala sekolah menyelidiki apakah ada masalah pada pengisian nilai atau apa,” kata Masrukhi kepada detikcom, Rabu (11/5/2016).

Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ini menyayangkan musibah yang menimpa sekolahan yang notabene menjadi sekolah favorit di Kota Semarang itu. Para siswa yang tidak lulus SNMPTN pun banyak yang berprestasi dan itu menjadi salah satu kejanggalan.

“Anak saya daftar ke Teknik Informatika UGM. Kasihan, kok 380 anak tidak lulus semua,” tandasnya.

Sebanyak 380 sisa tersebut merupakan siswa IPA reguler yang mengikuti SKS sejak semester 1 sampai 5. Sedangkan kelas lainnya yaitu IPS dan IPA Akselerasi tidak menggunakan SKS dan ada yang diterima SNMPTN.

“Jadi dari kelas IPS teguler itu ada yang diterima dan IPA Akselerasi ada juga,” pungkasnya.

Emosi tentu saja tidak terbendung dari orang tua siswa. Masrukhi pun sudah berbincang dengan para orang tua lainya agar mendesak sekolahan mencari akar masalahnya. Saat ini pihaknya masih menunggu usaha dari pihak sekolah dan juga berusaha memberikan pengertian kepada anaknya.

“Ada yang emosi, karena kita ini dirugikan. Tapi saya minta agar mencari akar masalahnya, kalau SNMPTN diulang kan tidak mungkin. Saya sampaikan ke anak semoga ada hikmahnya. Banyak yang berprestasi di sana, anak saya juara karya ilmiah juga tingkat provnsi,” tegasnya.

“Saya dengar sekolah lain yang menerapkan sistem SKS tidak masalah,” imbuh Masrukhi.

(alg/dra)

Sumber: detik.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s